in

Burger Jawa di Lereng Gunung Merapi

Burger khas nusantara yang nikmatnya tiada tara.

Apa yang terlintas di pikiran Anda mengenai Kaliurang? Pastilah tempat wisata yang yang terletak di Lereng Gunung Merapi dengan suasana sejuk dan pemandangan yang indah.

Tidak heran jika Kaliurang menjadi ikon pariwisata di Yogyakarta khususnya Sleman yang menyuguhkan panorama alam dengan hawa yang sejuk. Wisata alam, wisata bencana, wisata petualangan, hingga wisata edukasi dan sejarah lengkap tersedia di sana.

Namun, tahukah Anda jika di kawasan kaliurang ada makanan khas yang sudah membumi dan turun-temurun dari masa ke masa?

Jadah tempe merupakan sajian khas yang menjadi ikon “panganan” di Kaliurang, Sleman. Apa itu jadah tempe?

Jadah tempe sesungguhnya adalah perpaduan dari dua makanan tradisional di Sleman, jadah dan tempe bacem yang disajikan bersama menjadi jadah tempe yang lebih akrab di telinga kita para pecinta kuliner nusantara.

Rasa gurih ketan dan manis legit tempe bacem membuat lidah seolah menari karena rasanya yang khas, bisa dibilang rasanya “nabrak” alias mendobrak selera. Selain rasanya lezat dan nikmat harganya pun murah, yaitu kisaran Rp10.000 hingga Rp20.000 setiap paketnya.

Rasa gurih jadah timbul karena dalam proses pembuatannya diberi campuran parutan kelapa. Tempe bacem dimasak dengan campuran bumbu rempah, santan, dan gula jawa.

Tempe bacem memiliki rasa khas yaitu rasa manis yang mendominasi serta warna cokelat yang berasal dari campuran gula jawa.

Cara memakan jadah tempe ini cukup unik, yaitu jadah dan tempe disatukan (ditumpuk menjadi satu) kemudian dimakan bersama-sama persis seperti memakan burger. Itu sebab mengapa jadah tempe disebut burger from java.

Warung jadah tempe yang terkenal di kawasan Kaliurang adalah warung milik Mbah Carik yang sudah mulai berjualan jadah tempe ini sejak tahun 1950-an.

Disebut Mbah Carik karena karena Mbah Carik adalah istri seorang carik atau sekretaris desa yang mengurusi urusan administrasi desa.

Menurut anak dan cucu Mbah Carik yang hingga saat ini masih meneruskan usaha jadah tempe, dahulu jadah tempe merupakan salah satu makanan favorit Sri Sultan HB IX.

Cita rasa yang unik alias “nabrak” membuat hadirnya kenangan tersendiri bagi siapa pun yang menyantap jadah tempe.

Lidah adalah pusat dari semua memori, kenangan tentang kuliner selalu membuat rindu. Hingga saat ini jadah tempe menjadi salah satu panganan yang cukup dicari dan diminati oleh wisatawan, terutama bagi mereka yang berkunjung di kawasan Kaliurang.

RESEP JADAH TEMPE KHAS SLEMAN

Bahan-bahan membuat jadah:

  • 400 gram beras ketan, direndam selama 2 jam
  • 75 ml air panas
  • 200 gram kelapa, hilangkan kulit ari (kulit cokelatnya), lalu diparut
  • 1 sendok teh garam

Bahan-bahan tempe bacem :

  • 600 gram tempe yang masih bagus
  • 4 lbr daun salam
  • 2 cm lengkuas/laos, dimemarkan
  • 1000 ml air/air kelapa
  • minyak goreng

Bumbu-bumbu yang dihaluskan :

  • 10 btr bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 sendok teh ketumbar
  • 150 gram gula merah, disisir tipis
  • 50 gram asam jawa, larutkan dengan sedikit air
  • 2 sendok teh garam
  • Cabai rawit (Jika diperlukan untuk penyajian)

Cara membuat

1. Membuat jadah : Cucilah ketan hingga bersih, lalu tiriskan. Kukus ketan hingga setengah matang, angkat, lalu pindahkan dalam wadah yang lain.

Selanjutnya aduk dengan air panas hingga air habis terserap oleh ketan. Masukan kelapa parut dan garam. Aduk-aduk, selanjutnya kukus sampai matang, dan angkat.

Keluarkan ketan yang sudah matang dari kukusan, tumbuk selagi masih dalam keadaan panas hingga ketan menjadi halus dan liat dan padat.

Ambil kira-kira 2 sendok makan ketan, buatlah bentuk bulat, lalu dipipihkan setebal kira-kira 1 1/2 cm lalu sisihkan (bentuk bisa menyesuaikan selera).

2. Membuat tempe bacem: Potonglah tempe dengan ukuran 4 x 6 cm. Masukkan ke dalam wajan bersama dengan campuran daun salam, lengkuas, air kelapa, dan bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan, lalu aduk pelan-pelan.

Rebuslah di atas api sedang hingga mendidih. Kecilkan api, lalu tutuplah wajan, sambil diaduk sesekali hingga cairannya terserap dan kering. Lalu angkat.

Panaskan minyak goreng dalam wajan hingga siap untuk menggoreng. Masukkan tempe yang sudah tercampur bumbu, goreng ke dalam minyak panas hingga warnanya berubah kecokelatan, angkat, lalu tiriskan.

Cara Penyajian

Letakkan beberapa jadah dan tempe bacem dalam piring. Sajikan dengan cabai rawit, atau sajikan dengan ditumpuk seperti burger posisi bacem di tengah.

Selamat menikmati.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Catatan Kecil Pempek

Warna-Warni Kuliner Kota Bandung