in

Warna-Warni Kuliner Kota Bandung

Setiap kuliner di Kota Bandung memiliki daya tarik masing-masing dan menjadi kota yang dapat memanjakan lidah para pecinta kuliner.

Kota Bandung adalah kampung halamanku. Kota Bandung merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia yang menjadi ibu kota Provinsi Jawa Barat.

Kota yang terletak di sebelah tenggara Jakarta ini merupakan kota terbesar di Pulau Jawa bagian Selatan. Terkenal sebagai kota yang indah, Bandung dijuluki “Paris van Java” yang artinya Parisnya Jawa.

Tak hanya itu, Kota Bandung juga telah ditetapkan sebagai destinasi wisata kuliner oleh Kementrian Pariwisata bersama empat kota lainnya, yakni: Solo, Bali, Yogyakarta, dan Semarang.

Terpilihnya Kota Bandung sebagai salah satu destinasi wisata kuliner, membuktikan bahwa kekayaan variasi dan inovasi kuliner di Kota Bandung sangatlah luar biasa.

Setiap kuliner yang ada di Kota Bandung memiliki warna masing-masing. Lalu, bagaimana sih warna-warni kuliner di Kota Paris van Java ini? Yuk, mari kira simak ulasan di bawah ini!

Warna Merah

Laksana kobaran api, merah merupakan simbol semangat, gairah dan pantang menyerah. Cuanki menciptakan kesan warna merah.

Cuanki merupakan jajanan berkuah yang sebenarnya mirip dengan bakso. Namun, jika bahan baku bakso biasanya daging sapi, bahan baku cuanki adalah ikan. Bahan baku inilah yang memberikan rasa khas pada cuanki.

Cuanki sendiri merupakan singkatan dari “Cari Uang Jalan Kaki”. Penjual cuanki membawa barang dagangannya dengan dipikul dan berjalan kaki. Beban yang dipikul tentu saja tidak ringan. Wah, terbayang ya kegigihan para penjual cuanki untuk mencari uang.

Warna Jingga

Warna jingga seperti langit senja yang memberikan kesan kehangatan dan kenyamanan. Kue balok, salah satu kuliner khas Kota Paris van Java menciptakan kesan kehangatan dan kenyamanan.

Biasanya kue balok dinikmati saat berkumpul dengan teman atau keluarga. Harga satu kue balok sangat terjangkau, sekitar seribu lima ratus rupiah saja. Dari segi penampilan, kue ini mirip dengan kue pukis, tapi dari segi rasa tentu saja berbeda.

Kesan kehangatan dan kenyamanan lainnya datang dari makanan ringan basreng. Basreng merupakan singkatan dari “Baso Goreng”.

Dari namanya, basreng tidak lain adalah baso yang digoreng lalu dipotong kecil-kecil dan diberi taburan rasa barbeque, keju ataupun pedas. Sama seperti kue balok, biasanya basreng juga dinikmati saat berkumpul dengan teman atau keluarga.

Warna Hijau

Hijau menggambarkan kesan kesegaran. Salah satu kuliner Bandung yang memberi kesan “hijau” adalah es lilin.

Pada umumnya, es lilin terbuat dari gula dan santan lalu diberi pewarna makanan agar terlihat lebih menarik. Es lilin paling nikmat disantap saat siang hari.

Es lilin dimasukkan ke dalam plastik panjang dan diikat dengan karet sehingga menyerupai bentuk lilin.

Warna Emas

Warna emas merupakan simbol kesuksesan, kemewahan, dan kemakmuran. Laksana warna emas, surabi khas Kota Bandung menyimpan kisah tentang kesuksesan dan kemewahan.

Surabi sendiri berasal dari kata “Sura” yang berarti besar. Surabi umumnya terbuat dari bahan dasar tepung terigu dan air kelapa.

Bahan dasar tersebut kemudian dibakar dengan menggunakan cetakan dan tungku yang terbuat dari bahan tanah liat. Lalu, surabi ini biasanya disajikan dengan gula jawa dan santan yang disebut kinca.

Pada zaman dahulu, surabi hanya bisa dinikmati oleh orang-orang berkecukupan saja. Bahkan, dahulu surabi dijadikan jamuan bagi para tamu terhormat dan undangan kerajaan.

Warna Pelangi

Pelangi terdiri dari berbagai warna yang menjadi satu kesatuan, Layaknya pelangi, seblak pun terdiri dari berbagai bahan baku yang dicampur menjadi satu kesatuan.

Seblak merupakan kerupuk basah yang diolah bersama kencur, bawang, gula, garam, telur, sosis, sayuran, siomay kering, bakso, makaroni, kwetiaw dan masih banyak lagi.

Seblak juga divariasikan dengan berbagai tingkat kepedasan. Harga seblak cukup terjangkau, hanya dengan sepuluh ribu rupiah saja kita sudah bisa menikmati seporsi seblak.

Tekstur kenyal dari kerupuk dan sensasi pedas-pedas gurih menjadi kelezatan tersendiri bagi para penikmat seblak.

Nah, itulah beberapa kesan warna yang tercipta dari kuliner Kota Bandung. Sebenarnya, kuliner di Kota Bandung sangat bervariasi. Hingga kini, tercatat 800-1000 jenis variasi kuliner dari kota ini.

Setiap kuliner di Kota Bandung memiliki daya tarik masing-masing. Kota Bandung menjadi kota yang dapat memanjakan lidah para pecinta kuliner.

Sekarang waktunya kamu datang sendiri ke Kota Bandung, dan nikmati kelezatan kuliner-kulinernya!

What do you think?

1 point
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Burger Jawa di Lereng Gunung Merapi

Sego Gegog, si Pemilik Rasa Pedas yang Jengkar dari Bontot di Ladang Menjadi Bintang di Angkringan